Jakarta (BIGNEWS) 6 Desember 2025 6 PT Jasa Marga mencatat lonjakan signifikan dalam arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, dengan tercatat kenaikan 3,5 persen kendaraan yang meninggalkan Jakarta dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Command Center KM 29 Tol Jakarta0Cikampek menunjukkan hingga Jumat siang, 1.457.000 kendaraan telah keluar dari Jakarta, mendekati separuh dari proyeksi total 2,9 juta kendaraan.
Lonjakan Arus Mudik dan Pergeseran Fokus Pemerintah
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan bahwa peningkatan signifikan ini menjadi indikator penting dalam pemantauan pola lalu lintas nasional. “Dari proyeksi 2,9 juta kendaraan selama Nataru, hingga pukul 14.00 WIB sudah mencapai 1.457.000 kendaraan atau sekitar 49 persen. Dibanding tahun lalu, ini meningkat sekitar 3,5 persen,” ujarnya.
Dengan hampir separuh pemudik sudah meninggalkan ibu kota, pemerintah beralih fokus dari pengamanan mudik ke persiapan arus balik. Evaluasi lintas instansi dilakukan secara rutin, termasuk oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang menegaskan pentingnya koordinasi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan saat arus balik.
Persiapan Rekayasa Lalu Lintas Jalan Tol
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa puncak arus mudik telah berlalu dan pihaknya kini fokus pada pengelolaan arus balik khususnya jalur tol dan jalan arteri. Strategi rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional bila terjadi penumpukan kendaraan.
Larangan kendaraan bersumbu tiga melintas jalan tol masih ditegakkan ketat sesuai dengan Surat Keputusan Bersama lintas kementerian dan lembaga. Kakorlantas mengimbau agar truk sumbu tiga tidak menggunakan jalan tol selama periode ini untuk mengurangi kepadatan dan potensi kecelakaan.
Penurunan Korban dan Kewaspadaan saat Arus Balik
Selama periode mudik Nataru, Polri mencatat penurunan korban kecelakaan meninggal dunia sebesar sekitar 23,23 persen, menunjukkan keberhasilan pengamanan perjalanan. Namun, aparat menekankan kewaspadaan karena lonjakan kendaraan pada arus balik berpotensi menimbulkan kemacetan di ruas tol utama dan jalur arteri menuju Jabodetabek.
Pemerintah (lihat berita terkait) akan terus memantau pergerakan kendaraan hingga arus balik benar-benar selesai, guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat.
Persiapan matang rekayasa lalu lintas dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama pengelolaan arus balik ini, menghadapi lonjakan pemudik yang kembali ke kota besar setelah libur panjang. Strategi ini juga memperlihatkan adaptasi teknologi dan tata kelola lalu lintas modern yang penting untuk keselamatan dan kelancaran transportasi nasional.
Untuk informasi lebih lanjut tentang arus mudik dan balik serta manajemen lalu lintas, kunjungi halaman Wikipedia mengenai mudik dan jalan tol.
*Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi Tribunnews*






