Jakarta (BIGNEWS) – Kebakaran tragis yang terjadi di gedung bertingkat Terra Drone, Jakarta, telah menelan korban jiwa sebanyak 22 orang hingga saat ini. Kejadian malang ini kembali menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan dan tata letak bangunan bertingkat di ibu kota. Pakar tata kota, Yayat Supriyatna, mengemukakan pandangannya bahwa idealnya sebuah gedung bertingkat harus memiliki lebih dari satu pintu keluar untuk menjamin keselamatan penghuninya.
Pentingnya Pintu Keluar Ganda di Gedung Bertingkat
Kebakaran gedung bukan hanya soal berapa cepat api bisa dipadamkan, tetapi lebih jauh lagi tentang bagaimana desain gedung dapat memitigasi risiko korban jiwa. Yayat Supriyatna menyoroti bahwa penggunaan satu pintu keluar saja sangat berisiko karena saat kebakaran, akses keluar yang terbatas dapat memperlambat evakuasi, bahkan membuat penghuni terjebak. Dengan memiliki beberapa pintu keluar, peluang evakuasi menjadi lebih besar dan lebih efektif ketika terjadi keadaan darurat.
Standar Keselamatan Bangunan dan Regulasi Terkait
Standar keselamatan untuk bangunan bertingkat di Indonesia sebenarnya telah diatur dalam beberapa peraturan pemerintah dan standar nasional seperti SNI (Standar Nasional Indonesia). Kebakaran merupakan salah satu risiko yang diperhitungkan, termasuk kewajiban memiliki jalur evakuasi yang memadai. Namun, dalam praktek, masih sering ditemukan bangunan yang tidak memenuhi standar tersebut, baik karena desain awal yang kurang memadai maupun pemeliharaan yang lemah.
Yayat juga menegaskan bahwa selain pintu keluar ganda, perlu juga adanya simulasi evakuasi secara rutin dan fasilitas penunjang seperti sistem alarm kebakaran, alat pemadam api ringan (APAR), serta tangga darurat yang mudah dijangkau. Ini adalah upaya preventif agar tragedi seperti kebakaran Terra Drone tidak terulang.
Belajar dari Kasus Terra Drone
Kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone menunjukan adanya kelemahan serius pada sistem keselamatan gedung tersebut. Berdasarkan laporan awal, pintu keluar yang terbatas dan hambatan evakuasi menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya korban jiwa. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi pengelola gedung bertingkat lain untuk meninjau ulang sistem keselamatan dan evakuasi di bangunan mereka.
Jika Anda tertarik memahami lebih lanjut mengenai pentingnya tata kota yang baik dan desain bangunan aman kebakaran, Anda dapat membaca analisis terkait di artikel kebakaran gedung di Kemayoran yang membahas aspek keselamatan dan mitigasi risiko di gedung kota.
Implementasi Teknologi dan Inovasi dalam Keselamatan Bangunan
Seiring perkembangan teknologi, inovasi dalam sistem keselamatan telah banyak hadir, seperti penggunaan sensor asap digital, sistem sprinkler otomatis, atau perangkat monitoring pintu keluar yang dapat membantu pengelola gedung memantau kondisi terkini. Topik teknologi dan inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan manajemen risiko kebakaran di gedung bertingkat.
Namun, tanpa desain arsitektur yang memadai dan peraturan yang ketat, teknologi saja tidak cukup. Sebagai referensi tambahan, Anda bisa mengunjungi Wikipedia tentang Fire Escape untuk menilik standar dan sejarah pengembangan jalur evakuasi darurat di bangunan bertingkat.
Kesimpulan
Kasus kebakaran Terra Drone ini menggarisbawahi betapa pentingnya faktor keselamatan struktural yang harus diutamakan dalam tata kota dan desain gedung bertingkat. Dengan penerapan pintu keluar ganda dan sistem evakuasi yang efektif, risiko korban jiwa akibat kebakaran dapat diminimalisasi secara signifikan. Perancang kota dan pengelola gedung wajib memperhatikan hal tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan keamanan publik.
Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi CNN Indonesia






