Jakarta (BIGNEWS) – Kebakaran tragis yang melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa, 9 Desember 2025, telah menyebabkan kehilangan nyawa sekaligus menimbulkan berbagai pertanyaan penting mengenai keselamatan dan prosedur darurat di tempat kerja. Insiden tersebut turut menjadi perhatian luas setelah Mimi Adriani Nasution, ibu dari salah satu korban, Rayhansyah Pinago Sipahutar, menyuarakan keprihatinan atas kurangnya simulasi dan langkah penanganan kebakaran di kantor tersebut.
Tragedi Kebakaran di Gedung Terra Drone
Peristiwa kebakaran ini terjadi secara tiba-tiba di sebuah gedung yang digunakan oleh perusahaan Terra Drone, sebuah perusahaan yang dikenal dengan teknologi drone dan pengolahan data di lapangan. Rayhansyah yang telah bekerja selama satu tahun sebagai pengolah data mengalami nasib tragis terpapar asap beracun saat kebakaran berlangsung, tepatnya di lantai lima gedung tersebut.
Mimi Adriani Nasution datang ke Pos DVI Antemortem di RS Polri Kramat Jati untuk mengambil sampel DNA guna proses identifikasi jenazah anaknya, setelah menemukan nama Rayhansyah dalam daftar korban. Ia mengungkapkan kebingungan dan kesedihannya atas situasi di mana tidak ada simulasi evakuasi atau prosedur keamanan yang jelas di kantor, yang seharusnya menjadi langkah pertama dalam mencegah tragedi seperti ini.
Pertanyaan tentang Standar Keamanan dan Simulasi Evakuasi
Tokoh keluarga korban ini menegaskan bahwa sejak laporan awal kebakaran yang terjadi di lantai satu gedung, seharusnya ada penanganan dan skenario evakuasi untuk mencapai lantai lima tempat putra mereka berada. Hal ini menjadi fokus utama mengingat potensi risiko asap beracun yang dapat membahayakan penghuni gedung.
Kritik terhadap kurangnya latihan simulasi keselamatan kerja maupun prosedur darurat di Gedung Terra Drone menyoroti pentingnya regulasi ketat pada tempat kerja, khususnya untuk bangunan tinggi dan yang menyimpan peralatan teknologi canggih. Prosedur protokol kebakaran yang lengkap dan latihan berkala merupakan faktor krusial dalam menjamin keselamatan pegawai. Selengkapnya terkait kebijakan infrastruktur dan keamanan.
Peran dan Fungsi Rayhansyah di Terra Drone
Rayhansyah dikenal sebagai pengolah data yang berperan penting dalam mengelola data dari pilot drone Terra Drone yang beroperasi di lapangan. Ia mengontrol dan memverifikasi data tentang area yang disemprot dengan teknologi drone, termasuk volume hektar yang menjadi target operasi perusahaan.
Perusahaan seperti Terra Drone memanfaatkan teknologi drone dalam bidang penginderaan jauh dan pengolahan data geospasial, teknologi yang semakin berkembang dan berkontribusi besar dalam berbagai sektor industri modern. Untuk informasi lebih dalam mengenai teknologi drone, dapat dibaca di Wikipedia: Drone.
Tinjauan Standar Keselamatan Kerja di Perkantoran
Kasus kebakaran di Terra Drone ini mengangkat pertanyaan mendalam tentang evaluasi standar keselamatan kerja di gedung-gedung kantor modern di Jakarta dan Indonesia secara umum. Standar seperti sistem alarm kebakaran, jalur evakuasi darurat, hingga latihan simulasi kebakaran yang rutin perlu menjadi perhatian serius oleh semua pihak.
Menurut sumber dari RS Polri Kramat Jati yang menangani pendataan korban, proses pengambilan sampel DNA dan identifikasi jenazah korban sedang berlangsung dengan prosedur terstandar untuk memastikan keakuratan data korban. Hal ini menunjukkan upaya profesional dalam penanganan pasca-tragedi.
Sebagai bagian dari perbaikan dan pembelajaran dari insiden ini, pihak terkait diharapkan untuk meningkatkan pengawasan dan ketegasan dalam menerapkan protokol keselamatan kerja guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Ini tidak hanya menyangkut Terra Drone tetapi juga perusahaan lain yang beroperasi di gedung bertingkat.
Kesimpulan dan Harapan
Tragedi di Gedung Terra Drone Cempaka Baru menyisakan duka mendalam dan tantangan besar kepada seluruh pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh pada sistem keamanan dan prosedur keselamatan di tempat kerja. Tangisan Mimi Adriani Nasution telah membuka mata publik mengenai pentingnya perhatian serius terhadap aspek keselamatan agar insiden seperti ini tidak terulang.
Kita berharap insiden ini menjadi katalis untuk perbaikan signifikan di bidang keselamatan kerja di gedung-gedung kantor di Indonesia, termasuk implementasi simulasi evakuasi secara rutin sehingga masyarakat dan pekerja dapat merasa aman dalam lingkungan profesional mereka.
Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi Tribunnews






