Jakarta (BIGNEWS) – Kebakaran besar melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa, 9 Desember. Kebakaran yang diduga berawal dari sebuah baterai pesawat nirawak di lantai satu gedung tersebut menyebabkan evakuasi dan meninggalkan 17 korban meninggal dunia. Kejadian ini menyuarakan urgensi antisipasi bahaya baterai dalam teknologi pesawat nirawak (drone) dan bagaimana keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan serta penggunaan teknologi ini.
Pemicu Kebakaran: Baterai Pesawat Nirawak
Baterai lithium-ion yang biasa digunakan dalam pesawat nirawak memang memiliki potensi risiko kebakaran bila tidak ditangani dengan tepat. Kasus kebakaran di Gedung Terra Drone ini diyakini bermula dari kegagalan baterai tersebut di lantai satu gedung saat karyawan tengah istirahat makan siang dan beberapa naik ke lantai lainnya.
Faktor Risiko dan Pentingnya Penanganan Baterai
Dalam konteks pesawat nirawak (Unmanned Aerial Vehicle – UAV), baterai lithium-ion harus mendapat perhatian khusus karena potensi pelepasan energi yang tiba-tiba dan cepat jika terjadi kerusakan internal. Risiko ini memerlukan standar keamanan yang ketat, mulai dari penyimpanan hingga pemakaian dan pengisian baterai drone.
Sebagai contoh referensi internal, kami pernah membahas teknologi dan standar keselamatan pada sektor teknologi di artikel teknologi NATO uji alat komunikasi canggih yang menyoroti betapa kecanggihan teknologi perlu dibarengi dengan keamanan tinggi.
Standar dan Prosedur Keamanan untuk Baterai Drone
Industri drone telah mengembangkan beberapa prosedur dan perlengkapan untuk mengurangi risiko kebakaran baterai lithium-ion. Ini termasuk penggunaan baterai dengan sistem manajemen baterai (Battery Management System – BMS) yang bisa memprediksi dan mencegah gangguan pada baterai. Selain itu, penyimpanan di tempat yang memiliki ventilasi baik dan pemantauan suhu baterai secara konstan penting untuk dipraktikkan.
Pentingnya pelatihan dan simulasi keselamatan untuk karyawan juga merupakan bagian tidak terpisahkan dari pencegahan insiden. Hal ini terkait direktif keselamatan kerja dan tata kelola resiko di tempat kerja, sebagaimana pernah ditinjau pada artikel kebakaran Terra Drone.
Menatap Masa Depan Teknologi Drone dengan Aman
Pesatnya perkembangan teknologi drone di berbagai bidang, dari pengiriman barang hingga pengawasan keamanan, menuntut integrasi standar keamanan menyeluruh termasuk mitigasi bahaya baterai. Industri dan regulator harus bekerja sama mengembangkan standar yang bisa memastikan penggunaan drone benar-benar aman dan minim risiko kecelakaan seperti kebakaran.
Kejadian tragis di Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat menjadi pengingat keras bahwa teknologi tinggi tanpa keamanan optimal bisa mendatangkan bencana. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap penanganan baterai dan keselamatan gedung wajib dilakukan agar kasus serupa tidak terulang.
Untuk informasi lebih lanjut tentang keselamatan baterai lithium-ion, silakan merujuk ke sumber terpercaya dan berbagai regulasi internasional terkait pengelolaan baterai yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.
Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi CNN Indonesia








