Buton Selatan (BIGNEWS) – Kericuhan yang melibatkan TNI dan Brimob usai pertandingan sepak bola pada Minggu, 4 Januari 2026, di Lapangan Lakarada, Kecamatan Batauga, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, resmi berakhir damai. Polres Buton memastikan kondisi di lapangan kini telah kembali kondusif.
Bentrok Usai Laga Sepak Bola Berakhir, Situasi Kini Damai
Kericuhan singkat terjadi sekitar pukul 17.30 Wita saat pertandingan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan untuk mencari bibit atlet berakhir. Insiden melibatkan oknum anggota Brimob Batalyon B Pelopor dan Yonif TP 871/La Maindo yang semula bermula dari salah paham saat oknum Yonif memasuki area lapangan.
Pernyataan Resmi Kapolres dan Mediasi yang Dilakukan
AKBP Ali Rais Ndraha selaku Kapolres Buton mengungkapkan bahwa pihaknya bersama sejumlah pejabat terkait telah melakukan pertemuan mediasi. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dandim 1413 Buton, Sekda Buton, Komandan Batalyon Yonif, serta perwakilan Brimob, guna menyelesaikan permasalahan secara damai dan menguatkan hubungan antar institusi.
Mediasi yang dilakukan telah berhasil mengakhiri ketegangan sehingga situasi saat ini sudah aman dan kondusif. Hal ini juga ditegaskan oleh Komandan Kodim 1413/Buton, Letkol Inf Arif Nofiyanto, yang meminta masyarakat untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut dan tidak melihat dari sisi negatif semata.
Latar Belakang Pertandingan dan Lokasi Insiden
Pertandingan sepak bola yang menjadi latar belakang bentrokan ini sebenarnya adalah gelaran resmi oleh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, yang bertujuan untuk mencari bibit atlet di daerah tersebut. Lapangan Lakarada, lokasi pertandingan, terletak cukup dekat dengan Kantor Bupati Buton Selatan, sekitar 1,1 kilometer dengan waktu tempuh singkat menggunakan kendaraan bermotor.
Detail Kronologi Kericuhan
Bentrokan berawal saat sejumlah personel Yonif TP 871 memasuki area lapangan setelah pertandingan selesai. Anggota Brimob yang berjaga mengira aksi tersebut adalah selebrasi, namun situasi semakin memanas ketika oknum Yonif mulai melakukan pemukulan terhadap anggota Brimob. Kericuhan berlangsung singkat dan berhasil dikendalikan hanya dalam waktu beberapa menit.
Akibat kericuhan, dilaporkan beberapa personel Brimob mengalami luka memar di wajah namun tidak menimbulkan korban yang lebih serius.
Upaya Penguatan Hubungan Antara TNI dan Polri
Pasca insiden, langkah cepat diambil oleh pihak kepolisian dan militer untuk menjaga keharmonisan dan kerja sama antar institusi. Pertemuan yang dilakukan antara Kapolres, Dandim, Sekda, Komandan Batalyon, dan Brimob menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan persatuan terutama di daerah Buton Selatan.
Menurut berita yang dimuat di situs TribunnewsSultra.com, ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk memperbaiki komunikasi dan membangun kepercayaan yang lebih baik ke depannya.
Wawasan Hukum dan Keamanan
Insiden ini mengingatkan pada pentingnya pengelolaan keamanan dalam acara publik, terutama yang melibatkan unsur militer dan kepolisian. Pasal-pasal terkait tata tertib dan disiplin kemiliteran serta fungsi kepolisian sebagai pengayom masyarakat menjadi kunci dalam pencegahan kejadian serupa. Baca lebih lanjut tentang Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Untuk gambaran bagaimana pengamanan dalam acara olahraga dan kericuhan serupa, simak artikel terkait kami tentang Polres Buton Pastikan Situasi Sudah Kondusif Usai Kericuhan di Lapangan Lakarada Buton Selatan.
Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi TribunnewsSultra.com






