Jakarta (BIGNEWS) – Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zohar, dalam sebuah wawancara terbaru pada Selasa, 30 Desember 2025, membuat pernyataan kontroversial mengenai status wilayah Gaza dan warga Palestina yang tinggal di sana. Ia menegaskan bahwa Gaza adalah milik Israel, dan warga Palestina yang tinggal di kawasan tersebut hanyalah tamu yang diizinkan tinggal oleh Israel hingga batas tertentu.
Miki Zohar dan Pernyataannya Mengenai Gaza
Pernyataan Zohar muncul dalam konteks industri film Israel. Ia menyinggung film berjudul The Sea yang menceritakan kisah seorang anak laki-laki Palestina dari Tepi Barat yang ditolak izin masuk untuk mengunjungi pantai di Israel. Menurut Zohar, film ini menggambarkan citra militer Israel secara negatif, sehingga ia memutuskan untuk menghentikan pendanaan pada industri film Israel yang memberikan penghargaan kepada film tersebut.
Pandangan Zohar tentang Status Wilayah dan Populasi Palestina
Zohar secara gamblang menyatakan bahwa Israel tidak menduduki wilayah manapun. Dia menegaskan bahwa tidak mungkin Israel menjadi penjajah di tanahnya sendiri. Pernyataan ini mencakup klaim bahwa tidak hanya Tepi Barat, tapi juga Jalur Gaza merupakan bagian dari wilayah Israel.
Menurut Zohar, sekitar 2,3 juta orang Palestina yang menghuni wilayah Gaza adalah tamu yang hanya diizinkan tinggal di sana oleh Israel. “Gaza juga milik kita. Kita hanya membiarkan mereka tinggal di sana sebagai tamu sampai titik tertentu, tetapi Gaza adalah milik kita,” ujarnya.
Konsekuensi dan Kontroversi Pernyataan
Pernyataan seperti ini tentu memicu reaksi beragam di kancah internasional karena berkaitan dengan isu geopolitik yang sudah berlangsung lama dan kompleks. Untuk memahami konteks ini lebih jauh, referensi tentang Konflik Israel–Palestina memberikan gambaran mendalam mengenai latar belakang sejarah dan dinamika politik yang melingkupi wilayah tersebut.
Dari perspektif hukum internasional, klaim atas wilayah Gaza yang disampaikan Zohar ini bertolak belakang dengan pandangan banyak negara dan organisasi internasional yang menganggap wilayah tersebut sebagai wilayah pendudukan yang statusnya masih diperdebatkan, terkait hak kemerdekaan Palestina.
Tautan Internal Terkait
Berita terkait konflik dan situasi politik Timur Tengah sebelumnya telah kami ulas di artikel lain pada kategori Headline Nusantara, seperti mengenai penolakan jenazah oleh Israel dalam konflik terakhir yang terangkum di sini.
Pemahaman mendalam tentang situasi ini juga bisa diperkaya dengan memperhatikan isu hukum publik yang terkait dengan status wilayah tersebut, yang telah dibahas dalam kategori Hukum & Publik di BigNews.
Kesimpulan
Pernyataan Menteri Kebudayaan Israel, Miki Zohar, bahwa Gaza adalah milik Israel dan warga Palestina hanya sebagai tamu di wilayah tersebut, menambah kompleksitas perdebatan geopolitik yang telah lama berlangsung. Klaim ini menegaskan kembali pandangan resmi pemerintah Israel yang sering kali bertentangan dengan opini internasional dan narasi Palestina.
Kontroversi semacam ini menunjukkan betapa pentingnya memahami setiap klaim berkaitan dengan wilayah sengketa dengan pandangan sejarah, politik, dan hukum yang menyeluruh agar dapat mengelola informasi secara tepat dalam wacana publik.
Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi Tribunnews, The Times of Israel






