Karanganyar (BIGNEWS) – Di balik hutan Alas Krendowahono yang terletak di Karanganyar, terdapat kisah yang mengandung misteri dan nilai spiritual mendalam yang berhubungan dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Tempat ini tidak hanya dikenal sebagai kawasan hutan, namun juga sebagai situs ritual yang dijaga oleh kepercayaan kuat masyarakat dan pihak keraton, termasuk figur Batari Durga yang dipercaya sebagai pelindung dari sisi utara keraton.
Keangkeran dan Kekeramatan Alas Krendowahono
Alas Krendowahono telah menjadi bagian dari tradisi spiritual sejak zaman Mataram Hindu. Kerajaan ini mempercayai bahwa hutan tersebut sebagai tempat yang sakral, di mana setiap tahun Keraton Surakarta mengadakan upacara Sesaji Mahesa Lawung yang sarat filosofi dan simbolisme. Salah satu ritual utama adalah penanaman kepala kerbau yang menutup kepala dan jerohannya dengan kain kafan putih, sebuah prosesi mistis yang menjadi inti perayaan.
Selain itu, terdapat pula beberapa unsur angker seperti Sendang Sihna dan Batu Gilang Selakandha Waru Binangun yang dipercaya menjadi titik keramat yang mempunyai peranan penting bagi para penghuni keraton dan masyarakat sekitar. Sendang Sihna dikenal sebagai lokasi ritual pemandian Sri Susuhunan Pakoe Boewana VI hingga Pakoe Boewana X ketika mereka berkunjung ke Alas Krendowahono, juga dipercaya sebagai sumber air keramat yang berkhasiat penawar penyakit dan awet muda.
Batu Gilang Selakandha Waru Binangun: Titik Pertemuan Bersejarah
Batu Gilang Selakandha Waru Binangun merupakan situs yang tidak jauh dari Sendang Sihna, yang mana dulunya menjadi tempat berkumpulnya sejumlah tokoh penting seperti Pakoe Boewana VI, Pangeran Diponegoro, dan Bupati Gagatan RT Prawiro Digdoyo serta para senapati perang. Mereka menggunakan lokasi ini sebagai pertemuan rahasia untuk merancang strategi melawan penjajah Belanda. Karena banyaknya mata-mata yang mengintai, proses pertemuan tersebut dirahasiakan dengan berbagai trik agar agenda tetap aman.
Menarik untuk dicatat bahwa setelah tahun 1978 ketika batu tersebut dipagari oleh R.Ay Sumirah dari Trah Kedung Gubah, posisi batu mengalami pergeseran sampai hampir rata dengan tanah. Hal ini menambah aura mistis dan keunikan dari situs tersebut.
Ritual dan Tradisi Jawa di Alas Krendowahono
Upacara Sesaji Mahesa Lawung yang rutin digelar setiap bulan bakda Mulud pada hari Senin atau Kamis menurut kalender Jawa merupakan sebuah manifestasi dari kepercayaan dan filosofi Jawa yang kental di kawasan ini. Ritual ini bukan hanya sekadar tradisi, melainkan juga dianggap sebagai bentuk penghormatan spiritual terhadap leluhur dan penguasa gaib, termasuk sosok Bathari Durga yang secara mistis bersemayam di wilayah utara keraton.
Simbolisme dalam ritual ini mengandung pesan mendalam tentang keseimbangan alam dan hubungan manusia dengan kekuatan kosmik yang selama ini menjadi pondasi budaya Jawa dalam menjaga keharmonisan sosial dan spiritual.
Kaitan Sejarah dan Budaya Keraton Surakarta
Alas Krendowahono bukan hanya sekadar hutan biasa, melainkan merupakan bagian dari budaya dan sejarah Keraton Surakarta yang memiliki nilai magis dan historis. Situs ini bahkan menjadi tempat di mana Pangeran Diponegoro, seorang pahlawan nasional, melakukan pertemuan rahasia dengan Pakoe Boewana VI untuk mengatur strategi perang melawan penjajah Belanda. Hal ini menghubungkan lokasi tersebut dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia secara lebih luas.
Bagi yang ingin memahami lebih dalam tentang sejarah kerajaan Mataram dan Keraton Surakarta, Wikipedia menyediakan informasi penting yang bisa dijadikan referensi resmi [Kerajaan Mataram](https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Mataram) dan [Keraton Surakarta](https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Surakarta).
Link Internal Terkait
Seiring dengan pembahasan ini, pembaca dapat menelusuri lebih lanjut mengenai budaya dan tradisi Indonesia dalam artikel kami sebelumnya yang membahas Budaya Jawa: Mewariskan Nilai-Nilai Kebijaksanaan dan Harmoni di laman Budaya & Gaya Hidup, sebagai pelengkap pemahaman tentang kearifan lokal yang terus hidup.
Selain itu, untuk wawasan lebih luas tentang sejarah nasional, pembaca dapat melihat liputan kami di kategori Headline Nusantara yang membahas berbagai aspek sejarah dan sosial politik Indonesia.
Alas Krendowahono tetap menjadi bukti nyata bagaimana warisan budaya dan spiritual dapat bertahan dan menjadi bagian penting dari identitas bangsa. Menjaga dan melestarikan nilai-nilai tersebut menjadi tugas kita bersama demi keberlangsungan budaya leluhur.
Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi Tribunnews






