Pangkep (BIGNEWS)] 6 Januari 2026 menjadi tanggal yang tak terlupakan bagi Resky, seorang pendaki asal Coppeng-Coppeng, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Pada hari itu, ia menjadi saksi mata insiden tragis sebuah pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang terbakar di puncak Gunung Bulusaraung, sebuah gunung dengan ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut.
Kronologi Kejadian di Puncak Gunung Bulusaraung
Pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA, Resky bersama sahabatnya Muslimin memulai pendakian ke Gunung Bulusaraung. Usaha dan perjuangan selama dua jam membawa mereka ke puncak gunung. Ketika tiba di puncak sekitar pukul 12.00 WITA, mereka menikmati suasana dan mengabadikan momen melalui foto.
Tiba-tiba, sebuah suara mesin pesawat yang semakin mendekat terdengar jelas. Resky yang awalnya mengira itu adalah pesawat yang melintas di langit jauh, menyadari adanya sesuatu yang tidak biasa ketika suara itu makin dekat diiringi ledakan keras dan muncul api yang membubung di puncak gunung. Suasana saat itu diperparah oleh kondisi cuaca yang buruk, dengan kabut tebal dan angin kencang yang menyulitkan pandangan.
Kondisi Cuaca dan Dampaknya dalam Insiden
Kabut tebal dan angin kencang di sekitar puncak Gunung Bulusaraung pada waktu kejadian menyebabkan badan pesawat tidak terlihat jelas, namun nyala api dan asap hitam cukup terlihat dari jarak sekitar 50-100 meter dari lokasi Resky. Kejadian yang mendebarkan ini langsung membuat pendaki muda ini dan temannya harus segera mencari perlindungan agar tidak tertimpa serpihan pesawat yang beterbangan.
Serpihan puing-puing serta dokumen-dokumen dari pesawat beterbangan hingga ke puncak dan jalur pendakian. Beruntung, ketangkasan Muslimin menarik Resky ke balik batu besar untuk menghindari bahaya serpihan yang terbakar. Dokumentasi yang dibawa turun oleh Resky pun menjadi bukti baru atas peristiwa nahas ini, termasuk dokumen-dokumen berbahasa Inggris dan lambang pesawat.
Saksi Mata dan Penyebaran Informasi
Resky dan Muslimin menjadi satu-satunya saksi langsung yang melihat insiden ini. Pendaki lain yang tiba di lokasi setelah peristiwa tidak menyaksikan kejadian secara langsung. Peristiwa ini menjadi viral dan mendapat perhatian luas, meskipun bagi Resky, pengalaman itu bagaikan mimpi yang sulit dipercaya.
Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan transportasi udara dan kesiapsiagaan menghadapi kejadian darurat di lokasi-lokasi terpencil seperti pegunungan. Teknologi mutakhir dan penanganan cepat sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal.
Untuk informasi terkait keselamatan dan kecelakaan pesawat, pembaca dapat merujuk pada Wikipedia tentang kecelakaan pesawat terbang.
Berita ini juga berhubungan dengan laporan terkini di kategori Headline Nusantara, yang memuat berbagai berita penting nasional.
Artikel ini kami susun berdasarkan keterangan langsung dari saksi mata Resky yang telah memberikan gambaran lengkap detik-detik peristiwa penuh tragedi ini. Harapan kami, kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan penerbangan semakin ditingkatkan.
Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi Tribunnews






