Sudah Tiga Tahun Terendam Banjir, Warga di Wilayah Depok Ini Gunakan Getek

Depok (BIGNEWS) – Wilayah Bulak Barat, Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, mengalami permasalahan serius akibat banjir yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Warga setempat terpaksa menggunakan getek, sebuah perahu tradisional kecil, untuk melakukan aktivitas harian mereka karena genangan air yang tidak kunjung surut.

Banjir Berkepanjangan di Depok: Realita yang Menyulitkan Warga

Banjir yang melanda kawasan Bulak Barat sejak tiga tahun lalu telah memaksa warga untuk beradaptasi dengan situasi yang kurang ideal. Kondisi ini bukan saja mengganggu aktivitas sehari-hari tetapi juga berdampak pada aspek kesehatan dan sosial warga. Berbagai keluhan terus disuarakan terkait lambannya penanganan dan mitigasi dari pihak berwenang.

Mengapa Wilayah Ini Terendam Banjir Selama Bertahun-tahun?

Penyebab banjir berkepanjangan di wilayah ini dapat ditelusuri dari kombinasi faktor alam dan manusia. Pertama, letak geografis kawasan yang rendah dan dekat dengan sungai rentan terhadap genangan air. Selain itu, banjir ini diperparah oleh sistem drainase yang buruk serta adanya penyempitan aliran air akibat pembangunan tidak terencana.

Kerusakan ekosistem dan kurangnya penghijauan juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan. Tanpa adanya penyerapan air yang baik, genangan air akan selalu menjadi masalah serius saat musim hujan tiba.

Adaptasi Warga: Getek sebagai Solusi Sementara

Dalam menghadapi tantangan banjir yang tak kunjung selesai, warga Bulak Barat menggunakan getek sebagai sarana transportasi alternatif. Getek ini adalah perahu tradisional yang biasa digunakan di daerah-daerah berair di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Penggunaan getek memudahkan warga untuk bergerak menembus genangan, baik untuk berangkat kerja, bersekolah, maupun aktivitas lainnya.

Namun, penggunaan getek juga menggambarkan betapa mendesaknya kebutuhan akan penanganan banjir yang serius dan terstruktur. Selain itu, kondisi ini menunjukkan gap dalam sistem mitigasi bencana dan urban planning yang perlu menjadi perhatian instansi terkait.

Dampak Sosial dan Ekonomi Banjir Berkepanjangan

Banjir yang terus menerus ini mengakibatkan gangguan pada perekonomian warga sekitar, dengan sektor usaha kecil dan transportasi mengalami hambatan signifikan. Warga kehilangan waktu produktif dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini juga berpengaruh pada pendidikan anak-anak karena akses ke sekolah menjadi terhambat.

Terkait hal ini, beberapa artikel lama membahas dampak banjir dan penanganannya, seperti dalam sisi banjir rob di Muara Angke yang juga mengalami kondisi serupa, serta analisis mengenai sistem drainase perkotaan di artikel cuaca ekstrem dan drainase.

Peranan Pemerintah dan Mitigasi Banjir

Pemerintah daerah Kota Depok diharapkan dapat mengambil langkah cepat dan efektif dalam menangani masalah banjir di Bulak Barat. Selain perbaikan drainase yang sudah lama menjadi isu utama, dibutuhkan juga pengelolaan tata ruang yang berkelanjutan dan proyek pengendalian banjir yang jangka panjang.

Melibatkan masyarakat dalam program manajemen bencana merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketahanan komunitas. Hal ini menjadi kunci dalam upaya mengurangi dampak banjir di masa depan.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih mendalam soal penanganan banjir serta dampaknya terhadap masyarakat urban, dapat merujuk pada studi dan berita terkait di kategori Lingkungan & Energi BigNews.

Situasi ini mengingatkan kondisi banjir yang pernah terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia, yang juga mengharuskan warga beradaptasi dengan cara-cara unik. Misalnya, penggunaan perahu tradisional atau inovasi lokal dalam mengatasi genangan air sehari-hari.

Pengalaman warga Bulak Barat ini membuka mata terhadap perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan ahli lingkungan untuk menciptakan solusi nyata dan berkelanjutan.

Sumber: BIGNEWS, YouTube Channel resmi CNN Indonesia

  • Related Posts

    Pemkot Jakpus: Hari Jumat Sebagai Hari Tangkap Ikan Sapu-Sapu

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat menetapkan hari Jumat sebagai hari rutin untuk menangkap ikan sapu-sapu guna menjaga kebersihan perairan di wilayahnya.

    Tim Advokasi Tolak Sidang Militer! Kasus Andri Yunus Diperdebatkan

    Tim Advokasi Demokrasi menolak pelimpahan kasus Andrie Yunus ke pengadilan militer karena dianggap bukan ranah militer.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    Pemkot Jakpus: Hari Jumat Sebagai Hari Tangkap Ikan Sapu-Sapu

    • By Bignews
    • April 17, 2026
    • 280 views
    Pemkot Jakpus: Hari Jumat Sebagai Hari Tangkap Ikan Sapu-Sapu

    Tim Advokasi Tolak Sidang Militer! Kasus Andri Yunus Diperdebatkan

    • By Bignews
    • April 16, 2026
    • 275 views
    Tim Advokasi Tolak Sidang Militer! Kasus Andri Yunus Diperdebatkan

    Respons PSSI soal Potensi Timnas Indonesia ikut Playoff Tambahan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026

    • By Bignews
    • April 16, 2026
    • 237 views
    Respons PSSI soal Potensi Timnas Indonesia ikut Playoff Tambahan Pengganti Iran di Piala Dunia 2026

    Penembakan Massal di Sekolah, 9 Tewas

    • By Bignews
    • April 16, 2026
    • 264 views
    Penembakan Massal di Sekolah, 9 Tewas

    Asrama Polri Ciledug Tangerang Hangus Terbakar, Angin Kencang Percepat Penyebaran Api

    • By Bignews
    • April 16, 2026
    • 233 views
    Asrama Polri Ciledug Tangerang Hangus Terbakar, Angin Kencang Percepat Penyebaran Api

    Kerja Sama Pertahanan Indonesia Amerika Serikat

    • By Bignews
    • April 16, 2026
    • 269 views
    Kerja Sama Pertahanan Indonesia Amerika Serikat